Komen di sini dong, biar blog jelek ini tetap eksis diterpa badai perinternetan

Kamis, 26 Mei 2011

yogurt

Manfaat Yoghurt

Siapa tak kenal yoghurt? Rasanya asem-asem seger ini ternyata kaya manfaat. Membersihkan usus, merawat kulit wajah, dan pas bagi yang diet rendah kalori.


Kata "yoghurt" berasal dari bahasa Turki yang artinya padat dan tebal. Konon sejarahnya, pedagang dari Turki membawa susu dalam kantong usus domba sebagai bekal perjalanan. Karena terkena terik matahari dan dinginnya udara gurun lama-kelamaan susu berubah menjadi gumpalan padat. Rasanya pun berubah, menjadi asam tapi sangat menyegarkan. Di India sejak dahulu yoghurt dimanfaatkan sebagai obat sakit perut. Disebutkan pula bahwa masyarakat Timur Tengah sudah akrab dengan yoghurt sejak 4.000 tahun yang lalu.

Penelitian modern membuktikan yoghurt diteliti mengandung probiotik atau bakteri bermanfaat salah satunya Lactobacillus Bulgaricus, sehingga ada juga yang menduga bahwa yoghurt diciptakan pertama kali di Bulgaria. Selain bakteri tersebut, di dalam yoghurt juga dapat mengan-dung bakteri bermanfaat lainnya seperti streptococcus yang berbentuk bulat (Streptococcus thermophilus).


BANYAK MANFAAT

Susu asam ini bermanfaat untuk banyak hal, di antaranya:

1. "Membersihkan" usus

Bakteri asam laktat yang terdapat dalam yoghurt di usus besar mampu menyerap zat mutagenik dari makanan, sehingga secara tak langsung dapat "membersihkan" usus. Dengan minum atau makan yoghurt secara teratur akan membantu mencegah kanker usus. Apalagi yoghurt juga menghasilkan zat-zat yang diperlukan oleh hati sehingga berguna untuk pencegahan penyakit kanker. Selain itu, bakteri Lactobacillus Bulgaricus juga memiliki efek antitumor dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap tumor.

2. Sebagai antibiotik

Ada zat bermanfaat yang dihasilkan oleh bakteri Lactobacillus Bulgaricus, disebut bulgarikan. Zat ini berfungsi sebagai antibiotik spesifik yang hanya membersihkan mikroorganisme yang merugikan saja. Bakteri "jahat" yang dihambat antara lain Staphylococcus aureus, Shigella dysentriae (penyebab disentri), Salmonella typhii (penyebab tipus), Clostridium botulinum (penyebab botulinum, yaitu keracunan makanan kaleng), juga mencegah sembelit. Umumnya sehabis menjalani pengobatan dengan antibiotik, dokter menganjurkan pasien minum yoghurt. Tujuannya untuk memulihkan keseimbangan mikroflora usus.

3. Menurunkan kolesterol

Yoghurt terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah karena di dalamnya terkandung zat antikolesterol yang mampu menghambat kerja enzim pembentuk kolesterol. Ditambah lagi kolesterol yang terbentuk juga diserap oleh pertumbuhan bakteri Lactobacillus acidophilus dan bakteri Bifidobakterium bifidum. Penyerapan ini terjadi di usus kecil dan membantu mengurangi kolesterol dalam darah.

4. Masker

Sejak berabad silam wanita Persia menggunakan yoghurt untuk masker yang bermanfaat mengurangi dan menghilangkan keriput. Sampai saat ini pun manfaat ini masih bisa dirasakan. Caranya: sediakan 1/2 gelas yoghurt tawar dan 5 tetes air jeruk lemon. Campur kedua bahan tersebut, lalu oleskan pada wajah, biarkan selama beberapa saat sampai masker mengering dan kulit terasa kencang. Setelah itu bersihkan wajah dengan air dingin, lalu keringkan dengan handuk bersih. Masker yoghurt juga dipercaya menghilangkan noda hitam di wajah.

5. Nutrisi untuk diet

Kandungan gizi yoghurt sangat tinggi bahkan lebih tinggi dibandingkan susu segar. Dalam yoghurt terkandung kalori, protein, karbohidrat, kalsium dan potasium lebih tinggi dibandingkan susu segar, tapi kan-dungan lemaknya lebih rendah, sehingga cocok bagi mereka yang sedang menjalankan program diet rendah kalori.


TIP MEMILIH YOGHURT

Supaya manfaat yang terkandung dalam yoghurt benar-benar efektif, berikut tip memilih yoghurt:

1. Pilih yoghurt yang mengandung kultur aktif yang masih hidup. Dengan kultur hidup, setelah masuk ke dalam usus, yoghurt langsung aktif dan mulai bekerja memecah laktose menghasilkan asam laktat. Cara mudahnya adalah dengan membeli yoghurt yang masih segar/belum dibekukan.

2. Saat ini di pasaran banyak ditawarkan yoghurt dengan berbagai macam rasa buah. Ini bisa membantu mereka yang tidak suka rasa susu/yoghurt tawar. Cermati labelnya, sesuaikan dengan kebutuhan, mau yang tawar atau berasa buah.

3. Pilihlah yoghurt yang kental.

4. Pilihlah yoghurt yang disimpan di suhu dingin/lemari es agar khasiat mikroorganismenya tidak berkurang.

5. Cermati tanggal kedaluwarsanya.

6. Bila Anda penderita mag/gastritis, sebaiknya perhatikan keasaman yoghurt. Bakteri baik yang dikandung yoghurt sebenarnya baik bagi kesehatan pencernaan penderita gastritis, tetapi rasa asamnya dapat merangsang gas dalam perut sehingga membuat lambung terasa perih.

7. Konsumsi yoghurt dalam jumlah cukup setiap hari secara teratur agar khasiatnya dapat dirasakan.

source: enformasi

Lactobacillus reuteri Membawa Banyak Manfaat bagi Saluran Cerna

Era probiotik telah menjelang bagi kesehatan saluran cerna seluruh umat manusia di dunia. Sejak ditemukan pertama kali oleh Ellie Metchnikoff pada abad ke-19, probiotik telah diteliti oleh ribuan ilmuwan lain, baik dokter maupun ahli biomedis dan nutrisi di seluruh dunia. Para dokter dan peneliti sangat gandrung terhadap “bakteri baik” yang menjadi baha­n makanan ini karena manfaatnya yang sangat besar bagi kesehatan. “Probiotik membantu regulasi homeostasis dalam tubuh, khususnya saluran cerna manusia,” papar Prof. dr. H. A. Aziz Rani, SpPD, KGEH, dalam Pertemuan Ilmiah Nasional Per­himpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PIN PAPDI) ke-8 di Malang, Jawa Timur, 5-7 Novem­ber, 2010 lalu.

Dalam kaitannya dengan imunitas, probiotik mening­kat­kan akses bakteri patogen ke sis­tem imun (Th 1 dan Th 2) se­hing­ga mencegah reaksi berle­bih­an dari sistem imun terhadap bakteri komensal. “Akibatnya, flo­ra normal usus terjaga de­ngan baik dan berbagai reaksi inflamasi yang merugikan dapat ditekan,” papar Prof. Aziz Rani. Ditambahkan oleh gastroenterolog senior dari FKUI/RSCM itu, normalisasi sistem imun usus dan degradasi antigen yang diberikan probiotik membuat makanan ini dapat dipakai se­bag­ai obat bagi irritable bowel syndrome atau IBS.

Salah satu genus probiotik yang sangat terkenal sejak awal dekade ke-20 adalah Lacto­ba­cillus. Makanan ini memiliki kha­siat anti-inflamasi dan imunosti­mulator (membantu menstimulasi sistem imun) yang sangat baik. “Manfaatnya memang strain-specific,” ujar Prof. Aziz Rani. Hal itu membuat para peneliti cenderung melakukan studi mendalam terhadap ma­sin­g-masing spesies atau strain. “Penggunaan single-strain lebih populer dan bagus karena dapat ditelaah dengan detail manfaat yang diberikan oleh satu strain saja,” sambungnya. Di masa kini, beberapa strain atau spesies sudah menjadi bahan makanan yang dikonsumsi oleh masya­ra­kat awam. Selain itu, beberapa strain atau spesies lagi diguna­kan sebagai bahan dasar produk farmasetikal. “Keduanya merupakan pendekatan yang bagus bagi dunia kesehatan. Yang pasti, tingkat keamanannya suda­h teruji melalui studi klinis,” ucap Prof. Aziz Rani lagi.

Pada dasarnya, manfaat probiotik yang sangat menonjol adalah mencegah kolonisasi bakteri patogen di lambung, duodenum, ileum, dan kolon. Aksi ini akan menurunkan risiko terkena berbagai penyakit sa­lura­n cerna seperti diare akibat berbagai macam infeksi, IBS, gastritis, ulkus peptikum, sampai kanker lambung dan kolon sebagai manfaat jangka panjang. “Probiotik akan merangsang mo­dulin bekerja mempertahan­kan keseimbangan ekologi salur­­an cerna,” papar dr. Marcellus Simadibrata, SpPD, KGEH, PhD dari FKUI/RSCM. Menambahkan apa yang telah dijelaskan senior­nya, dr. Marcellus memaparkan serangkaian penyakit yang dapa­t diturunkan kejadiannya dengan mengonsumsi pro­bio­tik. “Frekuensi dan lama dia­re in­feksi akut maupun kronis, diare oportunistik pada pasien HIV/ AIDS, diare akibat penggu­na­an antibiotik jangka panjang, serta menurunkan deraj­at infeksi Helicobacter pylor­i,” cetus peraih gelar PhD dari University of Amsterdam ini.

Strain Lactobacillus reuteri merupakan salah satu strain yang paling menonjol kelebih­an-kelebihannya. Hal itu ditunjukkan oleh ratusan penelitian klinis yang dilakukan para klinisi dan ahli biomedis serta nutrisi di seluruh dunia. Selain bekerja dengan menurunkan lama dan frekuensi diare dan mening­kat­kan sistem imun, strain ini juga menurunkan metabolit ammonium, enzim-enzim prakanker, memperbaiki profil tinja dan mencegah konstipasi, serta seca­ra umum menurunkan insidens berbagai kanker saluran cerna. “Penelitian-penelitian terhad­ap strain reuteri sudah mencapai tahap meta-analisis,” cetus Ketua Perkumpulan Endos­kopi Gastrointestinal Indonesia ini. “Salah satu meta-analisis yang dihasilkan D’Santa pada 2002 menunjukkan manfaat probiotik yang sangat besar bagi pencegahan diare terkait antibiotik (antibiotic-related diar­­r­hea),” lengkap dr. Marcellus. Sementara itu, ratusan peneliti­an lain dilakukan di berbagai pusat penelitian dan pendidikan gastroenterologi di berbagai belah­an dunia.

Di RSCM sendiri, Marcellus bersama beberapa sejawat dari Divisi Infeksi Tropik Ilmu Penyakit Dalam dan Departemen Patologi Klinik RSCM juga sudah melaksanakan penelitian terhadap Lactobacillus reuteri. Hasilnya, insi­dens diare akut terkait anti­bioti­k turun 9,6% pada pasien rawat inap di RSCM. Beberapa gejala juga berkurang seperti mual, muntah, kembung, dan nyeri epigastrium. “Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan probiotik protektif terhadap diar­e dan berbagai gejala terkait penggunaan antibiotik jangka panjang,” tegas dr. Marcellus mantap. dr. Marcellus juga menambahkan bahwa untuk penyakit-penyakit IBD (inflammatory bowel disease) seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, Lactobacillus reuteri sanga­t tepat dipakai sebagai maintenance therapy agar penyakit tidak berulang dan inflam­asi ditekan.

Sebagai presentasi pamung­kas, Karin Diderot, ahli gizi senio­r dari lembaga penelitian besar di Swedia, Biogaia, memaparkan penggunaan Lactoba­cillus reuteri secara klinik. “Hasil penelitian klinis terkait Lacto­bacillus reuteri sudah dipublikasikan secara resmi dalam 43 jurnal internasional dan dua tesis doktoral,” demikian ucap Diderot pagi itu. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaannya pada manusia sudah tidak perlu diragukan lagi. “Sebanyak 75% clinical trial dari semua peneliti­an terpublikasi resmi itu membe­rikan hasil yang positif terhadap penggunaan Lactobacillus reu­teri,” tegas perempuan asal Malmo, Swedia, itu.

Tak berbeda dari apa yang sudah dinyatakan oleh dr. Marcellus, Diderot juga memaparkan manfaat strain reuteri pada pasien diare akut dan kroni­s, diare terkait kemoterapi, diare terkait antibiotik, IBS, IBD, diare terkait obat-obatan era­dikasi Helicobacter pylori, serta menurunkan persentase gejala abdominal lainnya. “Diare kronis pada pasien HIV serta diare anak-anak juga sesuai men­da­pa­t Lactobacillus reuteri,” ucap Diderot. “Semuanya ber­dasar­kan pada evidence based medicine yang berkualitas,” tambah Diderot. Penggunaan­nya di klinik dapat dalam bentuk produk farmasetikal dan aman dikonsumsi jangka panjang. Di Indonesia, produk ber­ba­han dasar probiotik Lacto­bacillus reuteri diproduksi oleh Kalbe Farma dengan nama dagang Rillus. Sudah saatnya kesehatan saluran cerna kita berkenalan dengan probiotik. u (aswin)

Senin, 23 Mei 2011

Latar Belakang BioJANNA

Di dalam rongga perut, dari lambung, usus, sampai rectum, berlangsung proses pencernaan, penyerapan nutrisi, hingga pembuangan sisa pencernaan. Mesin pencernaan tidak pernah mengalami kebingungan memproses apapun yang masuk ke perut, entah itu benda padat atau cair, lunak, liat, atau keras, pedas, masam, atau manis, dan lain sebagainya.

Selanjutnya hasil proses pencernaan tersebut diedarkan ke seluruh tubuh, dan terjadi proses penyerapan oleh sel-sel tubuh. Sedangkan sisa-sisa hasil pencernaan dibuang dalam bentuk cair, padat, atau gas.

Siapakah yang melakukan proses yang sedemikian kompleks tersebut?

Jawabnya : Enzim dan Bakteri.

Ada sangat banyak bakteri dalam tubuh manusia, jumlahnya diperkirakan seratus triliun! Semua memiliki peran masing-masing. Fitrah awalnya, komposisi bakteri dalam tubuh tersebut adalah seimbang, selaras, serasi. Hidup berdampingan secara damai menjalankan perannya masing-masing tanpa terjadi perebutan peran. Dalam kondisi seperti ini, manusianya SEHAT.

Masalahnya adalah, manusia mengkonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman, yang sangat mudah merusak tatanan yang sudah seimbang tersebut. Makanan pokok diproduksi dengan pupuk dan obat-obatan kimia, termasuk racun pembasmi hama. Buah dan sayuran juga begitu. Ternak penghasil daging dan telur dipacu pertumbuhannya dengan konsentrat yang mengandung bahan kimia. Selain lemak jahat, kolesterol jahat, juga ada penyedap rasa, pewarna, pengawet, pemanis, aneka aroma, yang dibuat dari bahan sintetis. Masih ada faktor polusi udara, dan air, kuman penyakit, virus dan bakteri pathogen, termasuk antibiotik dan obat-obatan sintetis.

bakteri Akibatnya, suasana damai, selaras, serasi dalam tubuh manusia menjadi kacau dan rusak. Tidak lagi ada suasana damai, selaras, dan serasi dalam tubuh. Sebaliknya, bakteri dalam tubuh saling menyerang, berebut peran, saling membunuh. Hal inilah yang mengakibatkan PENYAKIT. Diare misalnya, adalah bukti nyata buruknya situasi dalam perut. Juga mag, sembelit, konstipasi, dan typus adalah tanda nyata kacaunya kondisi system pencernaan.

Apakah hanya itu?

Tidak. Kekacauan itu mengakibatkan banyaknya tumpukan zat-zat berbahaya dan beracun dalam tubuh, termasuk kuman penyebab penyakit. Tidak hanya di perut, karena hasil pencernaan diedarkan oleh darah ke sekujur sel tubuh, termasuk pada saluran darah juga terancam endapan kerak. Selanjutnya fungsi berbagai organ tubuh akan terganggu.

Proses tersebut tidak selalu berakibat langsung, namun berjalan terus setiap saat. Ada antrian penyakit dalam tubuh, yang suatu saat muncul, tidak hanya satu macam. Tapi bermacam-macam penyakit muncul bersamaan. Itulah kenyataan yang sering kita lihat dan dengar, orang menderita SAKIT KOMPLIKASI.

Untuk kembali sehat, komposisi bakteri dalam tubuh harus dikembalikan ke posisi fitrah awal, yaitu : SEIMBANG, SELARAS.

Inilah manfaat terapi Bio Janna.